Pengisiannyadilakukan setelah pencatatan barang tersebut kedalam Buku Induk Barang Inventaris. Buku Catatan Barang Non Inventaris adalah buku tempat mencatat semua barang non inventaris yang dimiliki oleh suatu kantor. Barang-barang tidak habis pakai dicatat dalam buku Induk dan Golongan barang inventaris, sedangkan barang-barang habis pakai 87 SOP Pengadaan Barang Aset dan Habis Pakai. Post Date : 2019-07-16 15:12:12. Tahun : 2019. Hits : 563 kali dikunjungi MANUALPROSEDUR PERMINTAAN BARANG HABIS PAKAI / INVENTARIS FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA JUR / SUB BAG. / BAG. PERENCANAAN PD II / KTU TIM PENGADAAN BARANG SUB BAG. UMUM & PERLENGKAPAN KETERANGAN Barang-barang : ð•Bahan habis pakai ð•Peralatan Inventaris ð•Peralatan Elektronik dll Standart Pelayanan : ð Sedangkanbarang tidak habis pakai adalah barang keperluan kantor yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, contohnya seperti peralatan komputer, telepon, mesin fotokopi, printer dan peralatan mesin lainnya. Barang habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut: Menyusun daftar perlengkapan barang habis pakai yang ProsedurPengadaan Barang. Tidak hanya tujuan, prosedur pengadaan barang juga diatur berdasarkan Perpres No. 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Secara umum, prosedur pengadaan barang dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini: Menganalisis kebutuhan perusahaan; Mendapatkan persetujuan dari pihak manajemen; Melakukan SebutkanBarang Habis Pakai. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar salah satu tujuan dari. Barang habis pakai dan barang tidak habis pakai. Pengadaan barang habis pakai adalah. Source: More.. Mesin yang digunakan oleh bisnis untuk menghasilkan produk dan Mengirimsurat ke data barang pakai habis ke Badan Keuangan Nota dan surat pengiriman data Ke Badan Keuangan 1 hari Nota dan surat pengiriman data Ke Badan Keuangan yg sudah distempel dan diberi nomor Mutu Baku Ket Kasubag. Rumah Tangga Pengurus Brg Kabag.Umum dan Keuangan KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROSEDUR ( PENGINVENTARISIR BARANG PAKAI HABIS Iaadalah alat pemuas kebutuhan manusia yang berwujud. Menurut Fandy Tjiptono (1999:98), barang merupakan produk berbentuk fisik yang bisa dilihat, disentuh, dirasa, dipegang dan disimpan. Salah satu jenis barang adalah barang habis pakai. Barang habis pakai adalah barang yang hanya bisa digunakan satu kali pakai sebab kuantitasnya berkurang. BarangTidak Habis Pakai. Aug 28, 2021. Inilah Prosedur Pengadaan Peralatan Kantor Barang Habis Pakai dan Tidak Habis Pakai - Match Consulting. Inventarisasi Barang Habis Pakai dan Tidak Habis Pakai - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rakor Penyusunan Laporan Barang Habis Pakai Semester I Tahun 2020. Tuliskan Minimal 5 8o0UMT. Result for Tuliskan Tiga Prosedur Perencanaan Barang Habis Pakai TOC Daftar IsiTuliskan tiga prosedur perencanaan barang habis pakai?Apa Yang Dimaksud Dengan Perencanaan Kebutuhan Barang Habis PakaiMar 22, 2023 Perencanaan Kebutuhan Barang Habis Pakai melibatkan beberapa langkah penting dalam proses perencanaan dan pengendalian persediaan. Langkah-langkah ini meliputi analisis permintaan, perencanaan pembelian, pengendalian stok, dan pengendalian BARANG PAKAI HABIS BKAD KOTA MADIUNOct 5, 2021 PROSEDUR UMUM. RENCANA PENGADAAN BARANG PAKAI HABIS. Barang Pakai Habis adalah barang yang merupakan bagian dari kekayaan negara yang menurut sifatnya dipakai habis untuk keperluan dinas atau jangka waktu pemakaiannya kurang dari satu tahun. Prosedur pengadaan barang Pakai habis berbeda pada setiap instansi baik swasta maupun Prosedur Pengadaan Peralatan Kantor Barang Habis Pakai dan Tidak Oct 5, 2019 Barang habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut Menyusun daftar perlengkapan barang habis pakai yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang habis pakai tersebut tiap bulannya. Menyusun rencana pengadaan barang habis pakai tersebut menjadi rencana ...Memahami Proses Pengadaan Barang Habis Pakai di PerusahaanDec 19, 2022 Pengertian Pengadaan Barang Habis Pakai. Sumber Frasa tersebut sendiri terdiri dari dua bagian utama. Pertama adalah pengadaan, yang berarti kegiatan untuk membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada, dan dalam konteks bisnis, dilakukan dengan proses Tiga Prosedur Perencanaan Barang Habis PakaiTuliskan Tiga Prosedur Perencanaan Barang Habis Pakai Proses perencanaan kebutuhan barang habis pakai dimulai dengan pengumpulan data mengenai kebutuhan barang tersebut. Data tersebut meliputi jumlah barang yang dibutuhkan, frekuensi penggunaan, waktu pemesanan, dan waktu Pengadaan barang habis pakai - UMSIDARuang Lingkup Kegiatan meliputi pengelolaan barang persediaan habis pakai, memberikan informasi sebagai bahan masukan untuk pengadaan barang milik UMSIDA. Menjadi pedoman dalam pendistribusian barang habis pakai. Kegiatan ini dimulai dengan permintaanInilah Prosedur Pengadaan Peralatan Kantor Barang Habis Pakai dan Tidak Oct 19, 2019 Barang habis pakai direncanakan dengan urutan sebagai berikut Menyusun daftar perlengkapan barang habis pakai yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang habis pakai tersebut tiap bulannya. Menyusun rencana pengadaan barang habis pakai tersebut menjadi rencana ...ANALISIS SISTEM DAN PROSEDUR PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI - KemdikbudTerdapat tigasistem dan prosedur Persediaan Bahan Habis Pakai yang digunakan pada PT. Wiranas Laundry and Dry Clean yaitu prosedur pencatatan harga pokok persediaan, prosedur pencatatan dan penerimaan barang dari gudang, dan sistem penghitungan fisik persediaan. Pada prosedur pencatatan harga pokok produksi, nOptimalkan Pengadaan Barang Habis Pakai dengan ERP Terbaik! - RUN SystemOct 5, 2022 Proses pengadaan dapat melalui dua cara berbeda. Pertama dengan menggunakan tender, atau yang kedua dengan melakukan pembelian secara langsung. Acuan pemilihan cara yang digunakan idealnya adalah nilai dari barang yang akan dibeli, atau tujuan pengadaan barang Habis Pakai Adalah Pengertian, Jenis dan Contoh - 5, 2023 1. Menentukan kebutuhan 2. Membuat daftar barang yang dibutuhkan 3. Mencari penyedia barang 4. Membandingkan harga dan kualitas 5. Membuat surat pesanan 6. Melakukan pembayaranBerkenalan dengan Jenis Barang Habis Pakai, Simak di Sini! - RUN MarketNov 27, 2022 Secara umum, definisi dari barang habis pakai adalah barang-barang yang dapat digunakan satu kali pemakaian saja. Barang ini dapat menjalankan nilai fungsinya secara optimal dalam pemakaian pertama dan, beberapa barang tertentu, pada beberapa pemakaian berikutnya dalam jumlah OPERASIONAL PROSEDUR Layanan Pendistribusian Habis Pakai - PNLBarang habis dipakai adalah berbagai jenis barang yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari, dan habis digunakan untuk jangka pendek 1 tahun. Misalnya kertas, ballpoint, tinta, spidol, dan Perencanaan Kebutuhan Obat Dan Bahan Medis Habis PERENCANAAN KEBUTUHAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI SOP No. Dokumen /UKP/2016 No. Revisi00 Tanggal Terbit01 /08/2016 Halaman 1/2 PUSKESMAS WOLIO 1. Pengertian 2. Tujuan Proses kegiatan seleksi obat dan bahan medis habis pakai untuk menentukan jenis dan jumlah obat dan bahan medis habis pakai dalam rangka pemenuhan kebutuhan obat dan bahan medis habis pakai Sistem Informasi Barang Habis Pakai Di Fakultas Teknik Berdasarkan Kendala Tersebut Dilakukan Penelitian Yang Terdiri Dari Tiga Tahap Yaitu Dengan Menganalisa Sistem Yang Ada Exsisting, Membuat Rancangan Skema Proses Perencanaan Usulan Dengan Menggunakan Metode Abc Inventory System, Forecasting, Dan Safety Stock Sebagai Pendukung Keputusan Umkap Dalam Melakukan Perencanaan Pembelian Barang Habis ...SOP Permintaan Barang Habis Pakai Atau Inventaris PDF - ScribdJUR / SUB BAG. / BAG. PERENCANAAN PD II / KTU TIM PENGADAAN BARANG SUB BAG. UMUM & PERLENGKAPAN KETERANGAN. Barang-barang Bahan habis. MULAI pakai. Menerima barang Peralatan. OPERASIONAL PROSEDUR SOP PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA SD 17. Bahan habis pakai adalah barang yang digunakan dan habis dalam waktu relatif singkat. 18. Perlengkapan lain adalah alat mesin kantor dan peralatan tambahan yang digunakan untuk mendukung fungsi sekolah. E. Prosedur 1. Penggunaan Prasarana a. Ruang kelas dapat digunakan siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar jenis barang habis pakai dan tidak habis pakaiNov 2, 2022 Barang habis pakai. Kegiatan perencanaan barang habis pakai 1. Menyusun daftar perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan. 2. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang. 3. Menyusun rencana pengadaan barang. b. Barang tak habis pakai. Barang Habis Pakai Pengadaan barang tak habis pakai - 123dokBarang habis pakai, direncanakan dengan urutan sebagai berikut 1. Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kegiatan 2. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang tersebut tiap bulan. 3. Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan dan kemudian menjadi rencana tahunanPengadministrasian Barang Habis Pakai dan Tidak Habis PakaiAug 20, 2019 Diisi sesuai dengan kelengkapan dokumen yang dimiliki seperti sertifikat tanah, akte jual beli, izin bangunan, kontrak pemborong dan lain-lain dan tanggal penyerahan atau perolehan barang. Diisi sesuai keadaan barang pada waktu diterima misalnya Baik, Rusak. Diisi sesuai harga faktur/bukti penyerahan Pengertian Barang Habis Pakai Dan Barang Tidak Habis Pakai Apr 10, 2022 Barang yang tidak habis pakai harus dicatat ke dalam buku induk dan buku golongan barang inventaris. Bahan habis pakai berbeda dengan barang tahan lama. Pengadaan dilaksanakan dengan berbagai cara sesuai dengan kebijaksanaan dan kebutuhan institusi atau perusahaan itu Pemakaian Inventaris Dan Peralatan Kantor PDF - Scribd5. Pencatatan Peralatan Kantor dibedakan menjadi tiga yaitu Barang tahan lama, Barang habis pakai, Pemeliharaan barang. 6. Penempatan Peralatan kantor menggunakan tiga asas yaitu a. Asas mengenai jarak terpendek, b. Asas mengenai penggunaan segenap ruang dan, c. Asas mengenai rangkaian kerja. 1 PENDAHULUANtulis kantor. Barang habis pakai yaitu barang yang hanya bisa sekali pakai, setelah itu minta di ganti dengan yang baru. dalam pengelolaan barang milik daerah tersebut harus melalui siklus yang sudah di tuliskan di atas. Di Disperindag Kota Surakarta pengelolaan barang habis pakai yang sudahPengelolaan Sarana dan Prasarana Kantor - Pengadaan EprocurementAug 20, 2019 Baca juga Barang Habis Pakai dan Tidak Habis Pakai Kantor Pengadaan sarana dan prasarana kantor itu dapat berupa tanah, bangunan, perabot, alat kantor/buku, kendaraan, dan sebagainya. Pengadaan sarana dan prasarana kantor tersebut dapat dilakukan melalui lelang, penunjukan langsung, belanja, membuat sendiri, dan menerima hibah dari pihak Keywords For Tuliskan Tiga Prosedur Perencanaan Barang Habis Pakai For You This is the first in a series of blog posts that provide an overview of Canadian law with respect to the submission of late bids. As the head of a government procurement department in my past life, I was under a duty to ensure fairness in procurement with a view to obtaining the best value for money for the organization and for the taxpayer who funded all of our operations. I wrestled with the idea that we were legally required to reject perfectly good bids arriving just seconds late or that arrived late because of traffic or bad weather. These late bids led me to ask Was it really unfair to other bidders to accept a bid that’s just a few seconds late? Was it really unfair to other bidders to accept a bid that’s late because of slow traffic? The average person would think a few seconds or an unforeseen traffic delay shouldn’t require the owner to disqualify a perfectly good bid that a bidder had invested time and money to prepare. After all, isn’t it in the public’s interest for government buyers to have as many bids as possible in any competitive procurement? The general duty to reject late bids Under Canadian common law involving a binding bid process, if a bidder submits a compliant bid on time, a contract is formed that is sometimes referred to as the “process contract”. When a bidder submits a compliant bid, the owner and compliant bidder are in a binding legal process in which the owner owes each compliant bidder an implied duty of fairness. Owners do not owe such duties to non-compliant bidders – ie. bidders who are late in submitting their bids. As soon as a bid is found to be non-compliant, owners can reject it with impunity. Most domestic and international trade agreements also require that late bids be rejected. Bids arriving seconds late Whether a bid was delivered on time is not always obvious. There are Canadian cases where the bid submission deadline was stipulated as MONTH, DAY, YEAR HHMM but a bid arrived a few seconds after the minute, leaving the owner to wonder whether the bid was technically “late”. The caselaw is divided on whether a bid due at a certain time but submitted seconds late counts as a late bid. This is illustrated by the following decisions Smith Bros and Wilson Ltd. v. BC Hydro and Power Authority and Kingston Construction Ltd. 1997 BSCC – bid due at 11AM but filed between 1100AM-1101AM – Late. The court found that 11AM describes a precise point in time, not the time that exists between 11AM and 1101AM. Bid filed between 1100AM and 1101AM declared late. Bradscot MCL Ltd. v. Hamilton-Wentworth Catholic District School Board 1999 OJ ON CA. Bid due at 1PM filed between 100PM and 101PM – Compliant. In this case, the bid document stipulated that bids would be accepted “only until” 1PM. The bid was submitted 30 seconds after 1PM and the owner awarded the contract to the late bidder. The Ontario Court of Appeal held that to prevent abuse and unfairness in the tendering of construction contracts, a clear rule is required and held that 1PM was any time before 101PM. In Construction DJL Inc. c. Quebec Procureur General, 2006 QCCS 5290 – bid due at 1500 but filed between 1500-1501 – Compliant. The owner’s past practice had been to accept all bids time stamped before 1501. The Court’s position was that, in the face of ambiguity, it was in the taxpayer’s interest to interpret the time requirement in a way that would support a presumption of compliance. Yukon Department of Highways and Public Works v. Sidhu Trucking et al. 2013 YKSC 105 the bid documents stipulated that documents “must be received before the specified time” of 400PM. Bid due before 400PM filed exactly at 400PM – late. The Court interpreted this to mean that bids received after 359PM would not be considered. The court went on to say “A bid submitted after the tender deadline is invalid, and an owner that considers a late bid would breach its duty of fairness to other tenderers…. To prevent abuse and ensure fairness in cases such as this one what is required is a clear rule.” In all of these cases, ambiguity came from the owner’s failure to stipulate submission deadlines down to the second. To avoid running into this dilemma, owners should stipulate bid submission deadlines down to the second – DAY, HHMMSS. In my next post, I’ll cover how specific situations that have caused lateness have been handled by owners and the courts. ***** Read the full series on public procurement and late bids Part 1 – Public procurement Late bids – where seconds matter Part 2 – Public procurement Late bids due to extenuating circumstances Part 3 – Public procurement Can owners allow late bids? 06 Jan 2021 Proses bisnis membutuhkan banyak hal agar terjadi dengan lebih lancar. Sebut saja dimulai dari riset, pengadaan barang, proses produksi, penjualan hingga melakukan evaluasi bisnis. Salah satu yang penting adalah pengadaan barang. Proses ini biasa terjadi dalam satu sistem yaitu procurement management. Seperti apa langkah dalam hal pengadaan barang. Mengenal Pengadaan Barang Pengadaan merupakan kegiatan yang menyediakan perbekalan untuk mendukung kegiatan bisnis dalam sebuah perusahaan. Pengadaan ini mungkin berbeda satu perusahaan dengan lainnya. Pastinya ini menyesuaikan dengan kebutuhan serta seperti apa kegiatan bisnis atau kerja dari kantor tersebut. Namun secara umum pengadaan barang memang dimulai dari perencanaan yang berisi kebutuhan apa yang memang dibutuhkan oleh perusahan. Setelah itu, baru perencanaan dari segi biaya. Tak lupa untuk melihat dari inventaris tahun-tahun sebelumnya. Hal ini penting untuk membuat pengadaan barang menjadi lebih efisien dan efektif. Pengadaan barang sendiri terdiri atas dua jenis yaitu barang yang tidak habis dipakai dan memang yang habis dipakai. Beberapa barang yang bisa habis dipakai tentunya yang tak akan meninggalkan bekas setelah dipakai. Sebut saja kertas, alat tulis, tinta dan lain-lainnya. Sementara ada barang yang memang bisa berulang kali dalam hal pemakaian. Misalnya mesin, komputer, lemari arsip dan barang-barang elektronik. Sebenarnya dari pengadaan kedua jenis barang ini akan memiliki langkah-langkah yang mirip. Pertama dimulai dengan penyusunan daftar perlengkapan yang dibutuhkan kemudian penyusunan biaya. Biasanya penyusunan barang yang habis dipakai harus dalam kurun waktu tertentu supaya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sementara untuk barang yang tidak habis pakai, tim dari procurement management harus melakukan analisa terhadap barang tersebut. Misalnya apakah hanya akan diperbaiki atau harus diganti. Selain itu, divisi procurement juga harus membuat skala prioritas pengadaan barang tersebut. Langkah Langkah Pengadaan Barang Setelah memahami seperti apa pengadaan barang, Anda juga perlu mengetahui sederet langkah yang harus diambil ketika akan melakukan pengadaan barang. Langkah ini untuk memastikan perusahaan Anda akan mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan kualitas. Mencatat Kebutuhan Tahapan ini tentunya adalah tahapan awal dan dasar yang berhubungan dengan pengadaan barang. Anda bisa menetapkan barang apa saja yang dibutuhkan pada tahap awal ini. Coba lihat apa saja barang yang memang harus dibeli. Setelah itu, perusahaan bisa langsung membuat permintaan pengadaan barang kepada divisi procurement. Pada tahap ini juga, tim procurement biasanya akan meminta semua divisi mengumpulkan permintaan barang sesuai dengan SOP. Semua kebutuhan ini pastinya akan dicatat supaya pada saat penyerahan barang nantinya jadi lebih transparan dan jelas. Memang betul bahwa barang tersebut dipesan oleh divisi tertentu. Pencarian Vendor atau Supplier Tahapan pertama harus dilakukan terlebih dahulu sebelum akhirnya tim procurement mulai mencari pemasok barang yang dibutuhkan. Pastikan terlebih dahulu daftar barang dibuat dengan lengkap dan jelas, termasuk kriteria seperti apa yang dibutuhkan. Perusahaan kemudian bisa langsung membuat dokumen yang berisikan kebutuhan perusahaan. Pihak penyedia akan melakukan penawaran dari kebutuhan yang diminta tersebut. Pemilihan Vendor atau Supplier Pengadaan barang akan masuk ke dalam tahap berikutnya. Perusahaan kemudian akan mulai melakukan analisis dan seleksi dari surat penawaran yang masuk. Dari semua vendor atau supplier yang memberikan penawaran, perusahaan akan memilih mana yang terbaik dari antara vendor tersebut. Biasanya perusahaan kemudian akan langsung melakukan negosiasi. Tak hanya berurusan dengan harga saja, perusahaan juga melakukan negosiasi mengenai waktu pengiriman dan hal teknis lainnya. Dalam tahap ini harus ada kesepakatan bersama antara perusahaan dan juga para supplier. Proses Pemesanan Setelah negosiasi selesai dan sudah mencapai kata sepakat, perusahaan biasanya akan membuat sebuah purchase order. Artinya perusahaan akan langsung memesan ke vendor atau supplier. Setelah itu, pihak ketiga harus segera memprosesnya. Procurement management juga harus memastikan bahwa proses pembelian berjalan lancar dan tepat sesuai dengan jadwal. Penerimaan Barang Proses pembelian dan pemesanan sudah selesai berarti pihak vendor atau supplier langsung memproses pesanan yang sudah dibuat. Pastinya perusahaan harus memastikan bahwa barang datang sesuai dengan yang sudah disepakati bersama. Selain itu, pemasok juga harus memastikan bahwa pesanan yang dibuat sudah sesuai atau belum. Pembayaran Jika pesanan sudah diterima dengan baik oleh perusahaan, keuangan perusahan akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak vendor atau supplier. Tentunya pembayaran harus menyesuaikan dengan kesepakatan yang memang dilakukan di awal. Tim procurement juga harus memastikan bahwa perusahaan sudah membayar semua kewajiban kepada vendor. Refund atau Retur Kualitas dari produk yang dikirim oleh vendor atau supplier harus dipastikan benar-benar sesuai dengan kesepakatan awal. Jika ada pesanan yang kurang sesuai, maka harus diproses dengan segera. Misalnya saja jumlahnya kurang atau warna yang tidak sesuai request. Perusahaan bisa mengajukan retur. Vendor harus melayani retur tersebut dan memastikan bahwa memang barang sesuai dengan kesepakatan. Pada umumnya retur dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah menggantikan barang yang sesuai dengan kesepakatan di awal. Jika memang vendor atau supplier tidak bisa menyediakan barang tersebut, maka akan diambil opsi kedua yaitu pengembalian dalam bentuk dana atau uang tunai. Hal Penting Setelah Pengadaan Barang Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa pengadaan barang terdiri atas dua jenis yaitu barang habis dipakai dan tidak habis dipakai. Sebagai procurement management, proses pengadaan barang tidak hanya sampai kepada pembelian dan bisa dipakai saja. Fungsi monitoring harus diberlakukan supaya bisa mencapai efisiensi perusahaan yang diinginkan. Misalnya saja harus diperhatikan cara penyimpanan. Jika penyimpanan dilakukan dengan baik maka barang yang dibeli akan jauh lebih awet. Dengan demikian efisiensi yang diinginkan perusahaan bisa tercapai. Maka dari itu penyimpanan harus memperhatikan banyak hal. Misalnya memastikan alat-alat pemeliharaan sudah tersedia. Kemudian harus memastikan pula penyimpanan barang dilakukan sesuai standar. Jangan lupa juga memperhatikan sifat barang yang disimpan. Ada barang yang bisa disimpan dalam jangka waktu panjang ada yang tidak. Jangka waktu penyimpanan ini penting diperhatikan supaya memang barang yang dibeli benar-benar awet. Jangan lupa untuk memperhatikan tenaga serta biaya yang dibutuhkan untuk penyimpanan. Tidak hanya penyimpanan saja, pemeliharaan juga hal yang penting. Sebuah barang harus dipelihara dengan baik supaya dalam kondisi yang baik pada saat digunakan. Kerap kali pemeliharaan yang tidak dilakukan dengan baik justru akan merugikan perusahaan karena tidak bisa dipakai. Terakhir adalah inventaris atau administrasi perlengkapan. Semua barang yang ada di kantor harus dicatat dengan benar dan tepat. Pencatatan ini juga akan membantu efisiensi perusahaan. Bila ada kebutuhan barang, perusahaan bisa mengecek ketersediaan terlebih dahulu. Jangan sampai malah menumpuk barang yang justru menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kembali ke Daftar